Sehat dengan Si Cantik


Sehat dengan Si Cantik

Di balik kecantikannya, sirih merah menyimpan beragam khasiat. Dari sekadar pegal-pegal hingga penyakit-penyakit degeneratif.

Beberapa tahun lalu sirih merah sempat sangat populer di kalangan pecinta tanaman hias. Tanaman keluarga Piperaceae ini menampilkan warna merah marun yang cantik pada permukaan bawah daunnya. Sementara bagian permukaan atas daunnya hijau keunguan dan keperakan pada tulang daunnya. Dibandingkan sirih hijau, daun sirih merah cenderung lebih tebal dan kaku.

Seperti saudaranya itu yang telah lama dikenal sebagai tanaman berkhasiat, sirih merah pun menyimpan beragam manfaat bagi tubuh. Si  Merah ini juga sudah lama dimanfaatkan secara tradisional dalam pengobatan maupun upacara adat.

Teh dan Ekstrak

Henri Kristiantoro melihat manfaat sirih merah sebagai peluang bisnis. Berawal dari sang ibu yang membudidayakan sirih merah, Henri lalu tertarik untuk mencoba mengembangkannya. “Saya kembangkan, kemudian diambil oleh Sekar Kedhaton (Yogyakarta) untuk dibuat teh dan ekstraknya. Mereka (ahli herbal) bilang, ini khasiatnya bagus,” ungkap CEO tehsirihmerah.com ini saat ditemui AGRINA di rumahnya, kawasan Meruya Utara, Jakarta Barat.

Pembuatan teh dan ekstrak sirih merah, diakui Henri, merupakan solusi bagi konsumen. “Saya pernah coba air rebusannya, itu memang pahit luar biasa. Kalau yang biasa minum jamu mungkin tidak masalah, tapi kalau tidak (biasa), ya repot,” katanya sembari tersenyum.

Masih menurut Henri, air rebusan daun sirih merah dibuat dari tiga lembar daun yang dicacah, direbus dalam 500ml air hingga tersisa dua-tiga gelas, dikonsumsi pagi dan sore hari.Dengan dibuat teh celup, sirih merah lebih praktis karena mengandung tambahan herbal lain seperti jahe,pegagan,daun mint,dan kayu manis untuk menghilangkan rasa pahit. Sedangkan tambahan daun mint membuat teh sirih merah terasa segar saat dikonsumsi.

Berbeda dengan teh, ekstrak sirih merah yang dikemas dalam kapsul tidak mengandung tambahan herbal lain.”karena itu,kalau untuk pengobatan lebih dianjurkan munim ekstraknya.Teh juga bisa, tapi lebih untuk konsumsi sehari-hari,”jelas Sarjana Akuntansi, Universitas Islam indonesia Yogyakarta ini.

Untuk pengobatan Henri menganjurkan konsumsi eksrteak dau-tiga kali sehari,dua kapsul sekali minum.”Biasanya dalam dua minggu sudah ada perubahan. Kalau sudah lebih baik, yang tadi kita konsumsi tiga kali, dikurangi jadi dua kali. Kalau memang sudah Normal, sekali sudah cukup,” paparnya. Sedangkan teh sirih merah dapat dikonsumsi sebagai pengganti teh biasa. Biasanya dikonsumsi sehari sekali,dengan atau tanpa gula.

Kaya Khasiat

Manfaat pertama yang dirasakan Henri setelah mengkonsumsi sirih merah adalah staminanya lebih prima. Setelah seharian bekerja atau melakukan aktivitas berat, konsumsi teh sirih merah mengurangi rasa lelah sehingga tubuh menjadi lebih segar. Tambahan lagi, ayah satu putri ini mengakui kadar asam lambungnya tinggi sehingga sering merasa mual,kembung,dan pusing. Setelah mengkonsumsi teh dan ekstrak sirih merah, keluhannya pun hilang tanpa resep dokter.

Tidak hanya keluhan ringan seperti Henri, sirih merah pun bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Daun sirih merah mengandung senyawa fitokimia alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Senyawa Alkoloid dan flavonoid sendiri mempunyai aktifitas hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar glukosa dalam darah.

Manfaat tersebut telah teruju secara preklinis.Uji yang dilakukan balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro),Bogor, menunjukkan, pemberian ekstrak sirih merah 20g per kg bobot kitus menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3 persen. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan obat antidiabetes komersial yang hanya menurunkan 27 persen glukosa darah.

“Konsumen saya banyak penderita diabetes. Ada lagi, kalau dibuka kapsulnya, ekstrak itu kita tabur di luka diabetes, itu cepat kering. Bonusnya setelah minum ekstrak ini, kolesterol dan asam urat pun ikut turun,” tutur Henri yang lahir di Kendal, Jateng, 32tahun silam itu.

Menurut dia, bila masih stadium ringan, penderita diabetes dapat merasakan perubahan dalam dua minggu, dan membaik setalah satu-dua bulan. Memang, konsumsi ini sebaiknya diiringi kedisiplinan penderita dalam mengatur asupan makanannya. Selain diabetes, penderita radang usus hingga payudara pun merasakan manfaat teh dan Ekstrak sirih merah.

Sistem Online

Berbekal pengalaman dan pengetahuannya mengenai sirih merah. Sejak awal 2009 suami Desi Yuresta ini memberanikan diri untuk terjun sebagai distributor teh dan ekstrak sirih merah. Keduanya diambil langsung dari produsen Sekar Kedhaton di Yogyakarta.

Henri mengungkapkan,”Awalnya saya ikut berbagai macam pameran, setelah cukup yakin dengan pasar, saya mulai memasarkan secara online sejak awal 2010.” Melalui situs Tehsirihmerah.com, pria ramah nin menjaring cukup banyak pembeli.Dalam sebulan, ia dapat menjual 100 hingga 150 pak teh dan ekstrak sirih merah.

Untuk Mempermudah pembeli, pria yang aktif diberbagai komunitas UKM ini pun menggandeng beberapa mitra dan agen penjual. Saat ini toto sembilan agen di beberapa kota, yaitu Pangkal Pinang, Palembang, Lahat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Bandung, Balikpapan, dan Depok.

Teh sirih merah dijual dengan harga Rp 55 ribu per kotak berisi 20 kantong, sedangkan ekstraknya dibanderol Rp135 ribu isi 60 kapsul. Harga masih menjadi keluhan banyak konsumen saat ini. “Ini karena sistem budidaya yang organik, dan tanaman yang memang cenderung rewel tadi,”alasannya.

Renda Diennazola

Lebih lanjut mengenai liputan ini baca di Tabloid AGRINA versi Cetak volume 7 Edisi No. 166 yang terbit pada Rabu, 23 November 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s